Wakil Pengasuh 3J Masjid Munzalan Mubarakan Indonesia, Ustaz Sasongkojati, menjadi penceramah dalam Peresmian Pondok Pesantren Tahfiz Al-Mubin Kalasan, Minggu (31/5/2026). (Arif Giyanto)
Bidik SDM Mendunia, YAUMY Luncurkan Pesantren Al-Mubin : Wakil Pengasuh 3J Masjid Munzalan Mubarakan Indonesia, Ustaz Sasongkojati, menjadi penceramah dalam Peresmian Pondok Pesantren Tahfiz Al-Mubin Kalasan, Minggu (31/5/2026). (Arif Giyanto)
Wakil Pengasuh 3J Masjid Munzalan Mubarakan Indonesia, Ustaz Sasongkojati, menjadi penceramah dalam Peresmian Pondok Pesantren Tahfiz Al-Mubin Kalasan, Minggu (31/5/2026). (Arif Giyanto)

Bidik SDM Mendunia, YAUMY Luncurkan Pesantren Al-Mubin

/ Jogjawarta

Pesantren Al-Mubin dirilis dalam rangka milad YAUMY ke-37.


PURWOMARTANI, Kalasan | Kondisi geopolitik yang tidak menentu menuntut kualifikasi sumber daya manusia yang adaptif dan mampu bersaing. Era global yang mensyaratkan penguasaan bahasa-bahasa publik internasional, berikut dinamika teknologi digital yang tidak dapat ditolak wajib segera direspons oleh berbagai pihak, termasuk umat Islam di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan sesepuh Yayasan Amal Usaha Muslim Yogyakarta (YAUMY), Hafidh Asrom, ketika meresmikan peluncuran Pondok Pesantren Tahfiz Al-Mubin, Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Minggu siang (31/5/2026).

Peresmian Pondok Pesantren Tahfiz Al-Mubin digelar dalam rangka Milad YAUMY ke-37. Selain hafalan Al-Quran, pondok pesantren hasil kerja sama YAUMY dengan Pondok Pesantren Pelajar-Mahasiswa Aqwamu Qila Bantul tersebut mengkhususkan diri pada teknologi informasi, digitalisasi, kewirausahaan, dan bilingual Arab-Inggris.

“Perekonomian dunia sekarang dikuasai China, termasuk Amerika Serikat. Oleh karenanya diperlukan santri-santri yang mampu berbahasa asing. Belakangan, salah satu pondok kami mulai membuka bahasa mandarin,” ujarnya mewakili Ketua YAUMY, Herry Zudianto.

Ia berharap, dukungan basis pendidikan Islam yang peka terhadap perubahan zaman dapat berpengaruh signifikan pada ketersediaan sumber daya manusia yang mendunia. Bukan hanya berkomitmen mendidik para santri agar berstandar global, YAUMY membuka jejaring internasional untuk beasiswa perguruan tinggi kelas dunia kepada para santrinya.

Pada kesempatan itu, mantan Senator Republik Indonesia ini mengisahkan muasal YAUMY yang diinisiasi para ‘Begawan Ekonomi’, seperti Mubyarto dan Edy Suandi Hamid. Berdiri pada 1989, YAUMY memulai program besarnya dari Pasar Beringharjo untuk melawan praktik rentenir dengan membuka Baitul Maal BMT Beringharjo.

“Sekarang, BMT Beringharjo telah ada di banyak provinsi di Indonesia. Capaian ini merupakan hasil dari upaya bersama para pakar ekonomi dan para pengusaha Muslim di Yogyakarta,” terang Asrom penuh semangat.

Dahulu, sambungnya, ia berkesempatan membersamai Prof Mubyarto untuk mencari formulasi pengentasan kemiskinan dalam gerakan ‘Ekonomi Pancasila’. Asrom mengenang kunjungannya bersama Prof Mubi ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Ada fenomena, para santri tidak selalu pengin menjadi kiai. Mereka kini banyak yang hendak terjun bisnis sendiri. Salah satunya, menjalani profesi kreator konten. Kami merespons hal itu dengan membuka laboratorium-laboratorium pendukung, mulai dari bahasa, digitalisasi, hingga tanaman obat,” jelas Ketua Badan Pengelola dan Pelaksana Harian (BPPH) Sekolah Al-Azhar Yogyakarta ini.

Pembinaan Intensif

Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubin, Ustaz Aam Maulana, menuturkan bahwa Pondok Pesantren Tahfiz Al-Mubin dikelola dengan sistem pembinaan intensif agar dapat menjadi jembatan strategis para santri untuk menjemput dunia profesional di masa depan.

“Pembelajaran dirancang agar para santri mampu mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat,” kata laki-laki kelahiran Ciamis, alumnus Pondok Pesantren Takwinul Muballighin, Condongcatur, Angkatan IX tahun 2018 tersebut.

Al-Mubin, sambungnya, hadir sebagai pesantren kaderisasi satu tahun serta dirancang khusus bagi para lulusan SMA atau sederajat yang hendak memperkuat fondasi keislaman sekaligus membekali diri dengan keterampilan hidup, sebelum melanjutkan jenjang pendidikan ke bangku perkuliahan, atau terjun ke dunia usaha.

Program utama Pesantren Al-Mubin adalah tahfidz Al-Quran dan pendalaman ulumul syar’iyah melalui kajian kitab-kitab Islam yang terstruktur dan berjenjang. Para santri dibimbing untuk memperkuat hafalan, memahami dasar-dasar akidah, fikih, adab, serta membangun pola pikir islami yang kokoh.

“Pembinaan akhlak dan adab menjadi ruh pendidikan, sehingga santri tidak hanya cakap dalam ilmu, tetapi juga matang dalam karakter dan kepribadian,” tandas Ustaz Aam.

Selain penguatan diniyah, Pesantren Al-Mubin juga menghadirkan program pengembangan keterampilan berbasis kebutuhan zaman, seperti bisnis digital, multimedia, dan entrepreneurship. Melalui kurikulum aplikatif, santri dilatih memahami strategi pemasaran digital, produksi konten kreatif, manajemen usaha, hingga praktik membangun brand secara mandiri.

Keunggulan lainnya, para santri mendapatkan pembinaan langsung dari para tokoh, praktisi, dan pengusaha berpengalaman di Yogyakarta. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan inspiratif, sehingga santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata tentang dunia usaha dan kepemimpinan.

Masjid sebagai Kolaborator

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Ali Abdul Wahab, Muhyidin, turut berbahagia atas dibukanya Pondok Pesantren Tahfiz Al-Mubin. Dengan komunikasi yang cukup, masjid dapat menjadi kolaborator pondok pesantren dalam rupa kerja sama program.

“Secara letak, Masjid Ali Abdul Wahab dan Pondok Pesantren Tahfiz Al-Mubin, berdampingan. Ada kewajiban bersama untuk memakmurkan masjid. Para santri, selain menimba ilmu dari pondok pesantren, dapat mulai menjajal aktualisasinya di masjid,” ucap alumnus Doktoral Kependidikan Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga itu.

Demi mencapai kualifikasi santri yang mendunia, menurut Ustaz Didin, begitu ia akrab disapa, praktik baik di kawasan sekeliling pondok, termasuk masjid, sangatlah penting. Dengan begitu, keilmuan para santri dapat teruji dan pada akhirnya, menemukan formulasi terbaik, kelak saat benar-benar terjun ke dunia nyata.

“Semoga hadirnya Pondok Pesantren Tahfiz Al-Mubin dapat mendatangkan kemanfaatan yang luas bagi pendidikan Islam, wilayah sekeliling pondok pada khususnya serta bangsa dan negara pada umumnya, termasuk syiar Islam dengan menghidupkan masjid sebagai pusat peradaban,” pungkasnya.


Berita Terkait

Mungkin Anda Tertarik