Prototipe Pringland Farm di Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Ryan)
Menenun Ketahanan Pangan dari Kaki Merapi, Sinergitas Pringland Farm dan Kemandirian Pangan Nasional : Prototipe Pringland Farm di Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Ryan)
Prototipe Pringland Farm di Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Ryan)

Menenun Ketahanan Pangan dari Kaki Merapi, Sinergitas Pringland Farm dan Kemandirian Pangan Nasional

Proyek Pringland Farm memelopori konsep agri-property yang memadukan kepemilikan aset properti dengan produktivitas riil di sektor peternakan dan pangan hewani.

 

SLEMAN | Di tengah dinamika global yang diwarnai ketidakpastian rantai pasok dan perubahan iklim, isu kedaulatan pangan nasional kian mendesak. Pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 telah mematok target ambisius, yaitu mendongkrak Indeks Ketahanan Pangan dari 71,2 pada 2024 menjadi 82,0 pada 2029.

Namun, mengamankan perut lebih dari 280 juta penduduk Indonesia tentu bukan tugas yang bisa dipikul pemerintah sendirian. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk inovasi dari dunia usaha swasta. Menjawab tantangan tersebut, PT Lumbung Pangan Mataram menghadirkan sebuah terobosan melalui proyek Pringland Farm di kawasan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bukan sekadar proyek properti biasa, Pringland Farm memelopori konsep agri-property, sebuah ekosistem terpadu yang memadukan kepemilikan aset bernilai tinggi dengan produktivitas riil di sektor peternakan dan pangan hewani.

Mengubah Paradigma Investasi Properti

Selama bertahun-tahun, investasi properti di Indonesia terjebak dalam pola konvensional yaitu membeli tanah atau bangunan, lalu menunggu harga naik (capital gain) atau menyewakannya tanpa ada aktivitas ekonomi produktif di tingkat tapak.

Meskipun penuh tantangan, Pringland Farm berhasil mengubah total cara pandang tersebut. Di kawasan sejuk lereng Gunung Merapi ini, setiap unit properti yang dimiliki investor terintegrasi secara langsung dengan unit bisnis peternakan produktif. Dengan kata lain, pemilik aset tidak hanya memegang instrumen investasi fisik yang aman, tetapi juga mendapatkan nilai tambah ekonomis (passive income) dari siklus bisnis pangan yang berputar setiap hari.

“Prototipe Pringland ini memang sebagai inovasi di sektor properti. Bagaimana kemudian aset properti combine dengan bisnis pangan di dalamnya,” ujar Ryan, Marketing Manager of Pringland Group.

Pringland Farm ingin membuktikan bahwa investasi properti bisa berjalan beriringan dengan sektor riil yang menyentuh hajat hidup orang banyak. Lebih dari itu, Pringland Farm siap menjembatani kebutuhan investasi cerdas masyarakat dengan misi besar penguatan pangan nasional.

Potensi Sleman dan Keunggulan Ekosistem Terpadu

Pemilihan Turi, Sleman, sebagai lokasi proyek bukanlah tanpa alasan. Kawasan ini dikenal memiliki kondisi agro-klimatologis yang prima, berupa tanah vulkanik yang subur, pasokan air yang melimpah, serta udara pegunungan yang ideal untuk mendukung kesehatan hewan ternak.

Sementara itu, dalam operasionalnya Pringland Farm menerapkan standar manajemen modern yang ketat dan transparan. Pengelolaan harian peternakan, mulai dari manajemen pakan, pemeliharaan kesehatan hewan oleh tenaga medis profesional, hingga tata kelola higienitas pangan, ditangani sepenuhnya oleh tim ahli. Para investor dan pemilik unit tidak perlu memiliki keahlian teknis peternakan, karena seluruh sistem telah dikelola dengan baik. 

Kontribusi Nyata untuk Ketahanan Pangan

Kehadiran Pringland Farm selaras dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat sektor pangan hewani, yang permintaannya terus meroket seiring pertumbuhan populasi dan peningkatan kesadaran gizi masyarakat. 

Kontribusi proyek ini setidaknya dapat dijabarkan melalui beberapa pilar utama. Pertama, stabilisasi pasokan pangan hewani, yang dilakukan dengan menggenjot produksi sektor peternakan secara konsisten guna memenuhi kebutuhan protein masyarakat, sekaligus membantu menekan gejolak harga di pasaran.

Kedua, penerapan ekonomi sirkular (circular economy), di mana limbah peternakan diolah kembali secara ramah lingkungan menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Pupuk ini kemudian disalurkan kembali untuk mendukung sektor pertanian tanaman pangan lokal, sehingga menciptakan ekosistem zero waste.

Ketiga, pemberdayaan ekonomi lokal, dengan melibatkan masyarakat sekitar Turi dalam rantai pasok operasional, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pelatihan keterampilan, hingga transfer pengetahuan peternakan modern guna mendongkrak kesejahteraan ekonomi kerakyatan.

Keempat, menarik minat generasi muda, baik untuk mempelajari maupun berinvestasi langsung pada sektor agribisnis, melalui pendekatan bisnis yang modern dan berbasis teknologi.

Menyongsong target Indeks Ketahanan Pangan 2029 dan visi besar Indonesia Emas 2045, Pringland Farm berkomitmen untuk terus memperluas dampaknya. Model agri-property yang dirintis di Sleman ini diproyeksikan menjadi cetak biru (blueprint) nasional bagi kolaborasi antara korporasi, investor, dan masyarakat dalam membangun kemandirian bangsa dari sektor pangan.

Sebuah harapan besar, melalui sinergi yang kokoh di kaki Gunung Merapi, Pringland Farm dapat berdiri sebagai simbol optimisme baru bahwa kedaulatan pangan yang mandiri dan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui aksi nyata hari ini.


Berita Terkait

Mungkin Anda Tertarik